Dada, si Kecil-kecil Cabe Rawit

Ragga Gusti Diningrat adalah nama lengkap bocah kecil peraih Juara II kategori Pelajar dalam Kejuaraan Tenis Meja Piala Universitas Terbuka Se-Jabodetabek Tahun 2013, yang diselenggarakan di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Pondok Cabe pada 24-25 Agustus 2013 yang lalu.

Pemilik nama panggilan Dada ini menuturkan bahwa ia mulai tertarik pada olah raga tenis meja sejak TK, dan mulai mengikuti kejuaraan tenis meja ketika ia duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 2. Begitu banyak prestasi yang ia torehkan selama ia mengikuti kejuaraan-kejuaraan tenis meja, diantaranya Juara II Kapolri Cup di Bandung pada Tahun 2012, Meraih Medali Emas pada Olimpiade Olah Raga Sekolah Nasional pada Tahun 2012 dan masih banyak lagi yang lainya.

Putera dari pasangan Ahmad Hidayat dan Epi Suhelfi ini terlahir sebagai anak bungsu dari dua bersaudara. Terlahir dari ayah yang sangat menggemari olah raga tenis mejalah yang mendorong minatnya untuk menggeluti olah raga tersebut secara professional, bahkan kakak kandungnya pun menekuni olah raga yang sama dan juga menjadi salah satu atlit yang mengharumkan nama Kabupaten Majalengka.

juara 2 kategori pelajar tenis meja piala ut 2013

Saat ini bocah hitam manis ini masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar Burujul Wetan I Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. “Suatu kebanggaan buat saya karena anak saya bisa ikut serta dalam Kejuaraan Tenis Meja Piala Universitas Terbuka ini, karena ini juga merupakan ajang bergengsi untuk meningkatkan kemampuan Dada dalam bermain tenis meja dan untuk menambah pengalaman serta jam terbang Dada”, demikian diungkapkan ayah sekaligus pelatih dari bocah berprestasi tersebut. Dada sendiri sangat berharap agar kejuaraan tenis meja yang diselenggarakan di UT ini dapat diadakan kembali tahun depan, ia pun berjanji untuk dapat meraih juara I tahun depan.

Diusianya yang masih sangat belia selain berprestasi di dunia olah raga, ia pun berprestasi disekolah. Walaupun ia sangat mencintai olah raga tenis meja tak lantas membuatnya mengabaikan sekolah, hal itu terbukti dengan masuknya ia menjadi peringkat 5 besar di sekolahnya. Ia berkomitmen untuk menyelaraskan antara hobbydengan pendidikan. Bocah supel ini mempunyai cita-cita untuk menjadi atlit Nasional dan menjuarai kejuaraan Nasional maupun Internasional, membawa nama bangsa dan mengharumkan Indonesia, sungguh suatu cita-cita yang sangat mulia.

“Dada engkau memang kecil-kecil cabe rawit”.